Posts

Cara Cepat Meraih Keimanan #2 (10-16)

PERTANYAAN 10 Apa manfa’at material dan spiritual bagi masyarakat jika mereka ta’at pada  Al-Qur’an? Perlu kami ingatkan bahwa pengertian agama di sini adalah cara hidup yang bermoral. Cara hidup yang disukai Allah. Cara yang dipilihNya dan yang paling tepat bagi semua jenis manusia. Cara hidup yang terbebas dari takhyul-takhyul dan mitos-mitos, dan sepenuhnya di bawah bimbingan Al-Qur’an. Agama menciptakan lingkungan moral yang sangat aman dan nyaman. Sikap anarkis yang menyebabkan kerusakan pada bangsa negara terhenti sama sekali karena rasa takut kepada Allah. Orang tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan ataupun berbuat kerusuhan. Orang-orang yang memegang nilai-nilai moral siap bangkit bagi bangsa dan negaranya serta tidak hendak berhenti untuk berkorban. Orang-orang semacam ini selalu berusaha untuk kesejahteraan dan keamanan negaranya. Di dalam masyarakat yang mengamalkan moral Al-Qur’an, orang-orangnya sangat menghargai satu sama lain. Setiap orang selalu berusaha...

Cara Cepat Meraih Keimanan #1(1-9)

PERTANYAAN 1 Bagaimana memahami keberadaan Allah? Tumbuhan, binatang, lautan, gunung-gunung, dan manusia disekitar kita, dan semua jasad renik yang tidak kasat mata – hidup ataupun mati, merupakan bukti nyata adanya Kebijakan Agung yang menciptakannya. Demikian pula dengan kesetimbangan, keteraturan dan penciptaan sempurna yang nampak di seluruh jagat. Semuanya membuktikan keberadaan Pemilik pengetahuan agung, yang menciptakannya dengan sempurna. Pemilik kebijakan dan pengetahuan agung ini adalah Allah. Sistem-sistem sempurna yang diciptakanNya serta sifat-sifat yang mengagumkan pada setiap mahluk, hidup maupun mati, menimbulkan kesadaran akan keberadaan Allah. Kesempurnaan ini tertulis dalam Al-Qur’an: Dia menciptakan tujuh langit yang berlapis-lapis. Tak akan ditemui sedikit cacatpun dari ciptaanNya. Perhatikan berkali-kali - apakah engkau melihat kekurangan padanya? Lalu, perhatikanlah sekali lagi. Matamu akan silau dan lelah! (Surat Al-Mulk: 3-4)  PERTANYAAN 2 Bagaiman...

Mazhab Syafi’i

Dinisbatkan kepada Imam Syafi'I (Muhammad bin Idris asy-Syafi'i) memiliki penganut sekitar 28% muslim di dunia. Pengikutnya tersebar di Turki, Irak, Syria, Iran, Mesir, Somalia, Yaman, Indonesia, Thailand, Singapura, Filipina, Sri Lanka dan menjadi mazhab resmi negara Malaysia dan Brunei. Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam Syafi'i, yang hidup di zaman pertentangan antara aliran Ahlul Hadits (cenderung berpegang pada teks hadist) dan Ahlur Ra'yi (cenderung berpegang pada akal pikiran atau ijtihad). Imam Syafi'i belajar kepada Imam Malik sebagai tokoh Ahlul Hadits, dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlur Ra'yi yang juga murid Imam Abu Hanifah. Imam Syafi'i kemudian merumuskan aliran atau mazhabnya sendiri, yang dapat dikatakan berada di antara kedua kelompok tersebut. Imam Syafi'i menolak Istihsan dari Imam Abu Hanifah maupun Mashalih Mursalah dari Imam Malik. Namun demikian Mazhab Syafi'i menerima penggunaan qiyas se...

Waktu dan Berlalu

Sekian ku lewati jutaan detik Terasa lesu gapaiku Terasa lemah kakiku Sekian ku coba tahan Gerak mata Pada satu tuju Kemana arus ini melaju Keras ku coba lebih keras Seperti aku yang bersikeras Apa, kata yang tepat Pada nama sampah sandangku Apa hari yang tepat Pada cubitan bulan Yang terlontar Aku coba henti Dalam kata yang tepat Dalam ungkap yang ku singkap Apa itu, entah andai ku tahu Akhiri Maksudku Bunuh waktu Dan kubutuh waktu...

Sayangku

Sejengkal detik yang hubungkan kita Tlah mampu bawaku berlabuh dalam rasa tak menentu Ku kira terlalu cepatkah ini terjadi Ku takut kan terulang, sakit itu Kurangkai sepatah demi sepatah gelisahku Kuikat ia dalam sebilah ungkap Yang seolah penjarakan pandangku Yang seolah menggantungku Berlalunya hari beriring waktu Seolah jika hujan itu tak datang Mungkin tangis hatiku tak membuatku menepi Singgah keduniamu Entah sia atau tidak Kuharap diriku yang penuh luka Diriku yang berdosa Bisa menebusnya bisa obatinya Teriring waktu semakin membentang Luka ini, salahku seolah harus ku kikis sendiri Mata yang selalu beralih alih Pada luka dan dosaku serta padamu Lain hal ini perluku benahi Lain pandang jangan sampai kehilangan jejakmu Bisakah ini kubiarkan ia terbuka Sambil aku kejar yang tak mungkin kukejar atau sebaliknya Sesekali aku merasa kau menolehku Sesekali aku berharap begitu Berharap ku cukup penting atau cukup berarti Walau sekedar sapa senyummu Kucoba lemp...

Ringkasan

Tertuliskan sebuah cerita Dikala waktu menempa diri Dengan setapak yang melintas Menyeberang sebuah keadaan Dari jatuhnya langkah demi langkah Tak terhitung  jari, tak terhitung Walaupun kucuba tulis dalam rangkaian senja Tetap tak terhitung Benar dan baik pernah terlintas Salah dan buruk pernah terbekas Walau itu terjadi, itu tetaplah bunga Bunga yang pasti terhirup Kupetik itu, ku tulis Dalam prosaku Dalam ungkapku Ku ringkas waktu Dalam baitan waktu Bejudul masa lalu...... Yang jauh berlalu

Rasa putih, noda cintamu

Ketika ku bingkis janji Ketika awal berjumpa dnganmu Kutak ingin ingkari Walau spatah Berlalulah waktu diantara setapak Membelahkan jarak demi jarak Kubekukan hatiku, ku kotakkan hasratku Berharap tak satupun mampu sentuh Namun lakuku membunuh kodratku Lakuku mengikis janjiku Kutahu salah, sangatlah salah Ku goreskan coretan Spanjang detik denganmu Memberi warna lain pada jalan kita Ketika ku hampir terhanyut Ku sadarkan diriku Kupupuskan rasa ku padanya, yang lain Namun lakuku tetap salah Dan akan amat salah dimatamu Kuharap kau tak marah dan menamparku Bangunkanku dari mimpi buruk Namun lain waktu salah lagi langkahku Membuatmu smakin jauh jauh jauh Hingga akhirnya berakhir sudah Semuanya.... harapan ku yang mungkin juga harapanmu... Dalam terlambatnya sadarku Kucoba tunjukkan rasaku Yang tak tersentuh Slalu untuknya Namun dari lakuku Dia tak akan mau tahu Lalu kubungkus rasa yang membeku dalam rindu Kutinggalkan semua dalam masa lalu Dan kusimpan b...